Poster 10- Pencegahan tindak pidana terorisme

Pencegahan Tindak Pidana Terorisme

Poster 10- Pencegahan tindak pidana terorisme

Product Description

Terorisme menjadi ancaman berbahaya bagi negara Indonesia, bahkan negara lain dunia. Data dari kepolisian Republik Indonesia menyatakan bahwa kasus terorisme mengalami peningkatan. Pada tahun 2016 tercatat 163 kasus, 2017 menjadi 172 kasus, dan meningkat tajam di tahun 2018 menjadi 300 kasus. Lalu, langkah apa saja yang dilakukan pemerintah?

Menurut UU No.5 Tahun 2018 tentang Tindak Pidana Terorisme, pelaku terorisme dapat dipidana penjara seumur hidup bahkan pidana mati (pasal 6). Namun, pidana penjara tidak hanya berlaku untuk pelaku terorisme saja melainkan orang-orang yang ikut membantu, seperti:

1. Kepemilikan senjata tajam atau kimia untuk kegiatan terorisme dipenjara 3-20 tahun, penjara seumur hidup, bahkan pidana mati (pasal 10 A ayat 1).

2. Mengorganisasikan, menjadi anggota, dan merekrut orang dapat dipidana 3-12 tahun (pasal 12 A ayat 1-3).

3. Pengumpulan dana untuk kegiatan tersebut dapat pidana penjara plaing singkat 3 tahun dan paling lama 15 tahun (pasal 11 dan 12).

4. Membuat, mengumpulkan, atau menyebarluaskan tulisan eletronik maupun non-elektronik untuk digunakan dalam pelatihan militer terorisme atau pelatihan lain, akan terkena sanksi pidana 3-12 tahun (Pasal 12 B ayat 3).

Pemerintah RI memiliki peraturan no. 7 tahun 2019 tentang Pencegahan Tindak Pidana Terorisme dan Perlindungan terhadap penyidik, penuntut umum, hakim, dan petugas pemasyarakatan. Dalam PP ini disebutkan, pemerintah wajib melakukan pencegahan tindak pidana terorisme melalui: kesiapsiagaan masional, kontra radikalisasi, dan deradikalisasi.

Kesiapsiagaan Nasional:
Langkah pemerintah untuk mengantisipasi terjadinya terorisme dengan cara pemberdayaan masyarakat, peningkatan kemampuan aparatur, perlindungan, serta peningkatan sarana dan prasarana.

Kontra radikalisasi:
Upaya untuk menghentikan penyebaran paham radikal melalui kontra narasi, kontra propaganda, atau kontra ideologi.

Deradikalisasi:
Upaya untuk menghilangkan atau mengurangi, dan membalikkan pemahaman radikal terorisme pada seseorang atau kelompok. Deradikasilasi melibatkan akademisi, tokoh agama, dan tokoh masyarakat.

Reviews

There are no reviews yet.

Be the first to review “Pencegahan Tindak Pidana Terorisme”

Your email address will not be published. Required fields are marked *